Moving To A New Centre

January 6th, 2012

 

Kami Pindah ke Centre Baru!

 

Mari Rayakan Bersama!

22 Januari 2012

Green Mansion
Jalan Boulevard Raya 47 no. 35
Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat, Indonesia

 

 

Moving To A New Center

Surat dari Khenting Tai Situpa (Perihal retret yang dilakukan oleh Yongey Mingyur Rinpoche)

August 18th, 2011

Surat dari Khenting Tai Situpa (Perihal retret yang dilakukan oleh Yongey Mingyur Rinpoche)

Pada awal Juni 2011, Mingyur Rinpoche meninggalkan biara di Bodhgaya, India untuk memulai tahapan retret soliter yang panjang. Beliau berangkat pada tengah malam tanpa memberitahu siapapun. Beliau tidak membawa uang ataupun barang apapun, kecuali pakaian yang beliau kenakan. Sehari setelah beliau pergi, kawan dekat dan pembantu beliau, Lama Soto, menemukan surat beliau di dalam kamar Mingyur Rinpoche.

Surat berikut ditulis oleh guru Mingyur Rinpoche, Khenting Tai Situ Rinpoche:

Bagi semua yang terhubung dengan samaya murni ke dalam Dharma yang kudus,

Pada 9 Juni 2011, asisten Yongey Mingyur Rinpoche, Lama Soto, hadir membawa surat yang ditinggalkan oleh Mingyur Rinpoche. Berdasarkan tujuan surat dan maksud dari surat yang dibawa oleh Lama Soto, [sepertinya] Mingyur Rinpoche telah berangkat untuk berlatih selama beberapa tahun, mengembara tanpa tujuan seperti yang pernah dilakukan oleh para yogi di masa lalu.

Untuk membantu memastikan bahwa niat tulus Mingyur Rinpoche berakhir sukses, dan usaha beliau untuk menirukan perbuatan para suci di masa lampau tidak berpapasan dengan halangan baik dari dalam ataupun luar, saya akan berdoa kepada Buddha dan Bodhisattva ke sepuluh penjuru dan bergabung dengan kegiatan pencerahan dalam lautan pelindung Dharma yang telah terikat sumpah.

Semua siswa dalam komunitas dan biara Dharma yang terhubung dengan Mingyur Rinpoche harus melakukan bagian mereka dalam melanjutkan pelatihan Dharma dan terus memelihara, tanpa kehilangan wawasan, akan akar ajaran Buddha. Seperti yang telah dinyatakan di atas, untuk memastikan bahwa usaha mendalam Mingyur Rinpoche untuk berlatih demi kepentingan semua makhluk dan ajaran, ada beberapa hal yang harus dilakukan: pembacaan tunggal seluruh Kangyur (Kumpulan Ajaran dari Sang Pemenang), seratus ribu pembacaan Tara, pelatihan guru yoga Marpa, Milarepa, Gampopa, seratus juta pembacaan Tujuh Baris Doa, seratus juta pembacaan dari mantra seratus-suku-kata dan seratus ribu amendemen dan persembahan hari raya bagi Mahakala dan Mahakali. Selain itu, juga amat penting untuk melakukan pelatihan Dharma dalam skala besar yang dianggap sesuai.

Surat ini ditulis di sebuah tempat duduk biara yang berada dalam Biara Palpung Sherab Ling oleh Khenting Tai Situpa pada tanggal 24 Juni 2011.

Semoga menjadi bermakna.

Surat Yongey Mingyur Rinpoche (Saat berangkat melakukan retret)

August 18th, 2011

Berikut adalah surat dari Yongey Mingyur Rinpoche saat berangkat melakukan retret

Pada awal Juni 2011, Mingyur Rinpoche meninggalkan biara di Bodhgaya, India untuk memulai tahapan retret soliter yang panjang. Beliau berangkat pada tengah malam tanpa memberitahu siapapun. Beliau tidak membawa uang ataupun barang apapun, kecuali pakaian yang beliau kenakan. Sehari setelah beliau pergi, kawan dekat dan pembantu beliau, Lama Soto, menemukan surat ini di dalam kamar Mingyur Rinpoche.

Surat saya ini ditujukan untuk semua individu yang bijaksana dan berniat-murni yang mengandalkan saya, baik komunitas monastik maupun praktisioner yang berada di India, Nepal dan Tibet.

Sejak muda, saya telah memiliki keinginan untuk melakukan pelatihan dan retret, juga keinginan untuk berkeliling dari satu tempat ke tempat lain tanpa lokasi tujuan tetap. Saya juga telah menerima lautan instruksi dari para guru-guru besar saya yang baik dan mulia. Selama ini saya telah melalui masa-masa dalam hidup saya dengan kemalasan dan hiburan, membiarkan hidup saya tidak lebih dari sekedar gangguan saja.

Karenanya saya telah membuat satu keputusan yang tegas, berdasarkan petunjuk para guru-guru besar di masa lalu dan keinginan yang timbul dari hati saya – untuk – seperti contoh yang telah ada sebelumnya, mengambil keputusan sendiri. Hidup kita rapuh seperti gelembung dan aktivitas kehidupan kita tak ada akhirnya seperti ombak lautan. Namun semua tindakan dan harapan kita, harus kita dasarkan pada ajaran Buddha yang kudus dan ilahi. Ini adalah Dharma yang akan menguntungkan kita dan semua makhluk hidup. Dengan alasan ini dan lainnya, saya menjadi sedikit kecewa dengan pengalaman hidup.

Dengan keyakinan sejati dalam garis keturunan dan instruksi yang saya terima, bersama dengan motivasi agar bisa berguna bagi orang lain, berbagai penyebab dan kondisi telah mendorong saya untuk mengambil keputusan untuk berjalan sendiri, tanpa lokasi tetap, di pegunungan terpencil. Meskipun saya tidak mengaku sebagai guru besar seperti yang ada di masa lalu, saya kini melakukan perjalanan yang merupakan refleksi apa yang telah dilakukan para guru besar tersebut, sebagai imitasi sejati akan apa yang telah mereka tetapkan sebagai contoh. Untuk beberapa tahun, pelatihan saya termasuk meninggalkan semua koneksi, jadi saya mohon untuk tidak keberatan dengan keputusan yang telah saya ambil.

Seperti yang telah dianjurkan sebelumnya, penting untuk melalui tahapan ini dengan belajar, merenung dan bermeditasi. Dengan perasaan harmoni dan disiplin mutlak sebagai basis, sangatlah penting untuk belajar dan merenungi ajaran-ajaran tradisional Buddha, dan [belajar] tradisi, berlatih, bidang pengetahuan dan disiplin lainnya [yang diajarkan dalam garis keturunan kita]. Hal ini terutama penting agar kita tidak selalu memusatkan perhatian kita keluar, tapi menerapkan ajaran ke dalam pikiran kita sendiri. Anda harus selalu tenang dan menenangkan arus pikiran anda sendiri. Hal ini penting untuk membawa manfaat bagi ajaran Buddha dan sesama.

Janganlah mengkhawatirkan saya. Karena setelah beberapa tahun, kita akan bertemu kembali dan – seperti sebelumnya –berkumpul kembali sebagai murid dan guru untuk menikmati bersama perjamuan pesta Dharma. Sampai saat itu, saya akan selalu berdoa pada Tiga Permata dan membuat aspirasi atas nama anda.

Tulku Mingyur







    BUKU
    Sebuah buku baru dari Mingyur Rinpoche

    KEBIJAKSANAAN YANG MEMBAHAGIAKAN
    Merangkul perubahan dan menemukan kebebasan

    VIDEO

    Dan Rather melaporkan sains dari meditasi, menampilkan Yongey Mingyur Rinpoche.