We are not broken by nature – Sejatinya kita tidaklah rusak.

Hidup seolah-olah seperti dipenjara, saat kita memiliki mental block yang menghalangi kita untuk maju. Kita frustasi, membenci diri, membenci lingkungan kita, dan kita ingin secepatnya lepas dari jeratannya. Atau kita menyerah dan merasa semua hal ini sia sia…

Wajar apabila kita merasakan ini, dan sebagai manusia, kita melakukan banyak cara untuk menghindarkan/ melepaskan kita dari jeratan penghalang di dalam diri kita, mulai dari mendengarkan podcast motivasi, berusaha berolahraga dan mencoba mengubah pola kebiasaan. 

Namun pola tersebut seringnya masih ada, sulit untuk hilang dari dalam diri kita, alhasil kita membenci diri kita karena perubahan di dalam diri tidak terjadi. 

Lalu muncullah masalah-masalah seperti depresi, anxiety, keputusasaan, overthinking, burnout, loneliness, kesedihan, low self esteem, dan hal lainnya yang membuat kita merasa diri kita rusak.

Kebencian tidak akan merubah diri kita menjadi lebih baik…

Mental blockage dan pola perilaku kita yang tidak baik, adalah produk dari kacamata batin dalam melihat diri yang terdistorsi, hal tersebut adalah level permukaan, dan bukanlah diri kita yang sejati. Namun mengapa hal tersebut sulit untuk lepas?

Karena saat kita mengalaminya, kita cenderung merasa diri rusak, hopeless, tidak berguna. Bila kita melakukan cara ini artinya kita menganggap mental blockage sebagai musuh.

Bayangkan psikologi terbalik sebagai teknik komunikasi persuasif yang menyarankan seseorang melakukan hal yang berlawanan dengan yang diinginkan. Ada reaksi secara psikologis untuk melawan perintah saat kebebasan kita dibatasi, akhirnya kita malah melakukan hal yang dilarang.

Sifat dari batin kita adalah, semakin kita ingin mengenyahkan sesuatu, semakin hal itu menjadi. Maka dari itu, apabila berhubungan dengan batin, kita perlu terampil menanganinya.

Di dalam tradisi pengajaran Tergar yang diajarkan oleh Mingyur Rinpoche kita diajak untuk melihat mental blockage bukan sebagai musuh kita, melainkan jalan untuk mengenal kesejatian kita.

Karena sejatinya, kita tidaklah rusak, kita memiliki kapasitas dan potensi besar di dalam diri yang mampu melepaskan diri dari keterbatasan kita. 

Temukan potensi 3 in 1 di dalam diri lewat meditasi

Kita memiliki potensi dan kapasitas di dalam batin kita yang selalu berada di dalam diri selama 24/7, potensi tersebut adalah : 

  1. Kesadaran/ Awareness 

Awareness adalah kemampuan batin kita untuk hadir. Kemampuan untuk dapat menyadari apa yang kita pikirkan, rasakan dan lakukan.

  1. Cinta Kasih dan Welas Asih

Ini adalah kebaikan mendasar yang kita miliki di dalam batin kita.

  1. Cinta Kasih adalah dorongan primal untuk berbahagia, mendekatkan diri pada kenyamanan dan keamanan.
  2. Welas Asih adalah dorongan primal untuk lepas dari penderitaan, menjauhkan diri pada ketidaknyamanan, ketakutan dan ketidakamanan.

Cinta kasih dan welas asih selalu ada di dalam diri kita, misalnya saat kita menggaruk kulit kita yang gatal karena serangga. Atau merubah posisi duduk karena kita tidak merasa nyaman. Bahkan setiap kedip mata kita dan setiap tarikan dan hembusan napas, terdapat rasa ingin berbahagia dan tidak ingin menderita.

  1. Kebijaksanaan

Kemampuan melihat segala sesuatunya secara apa adanya. Salah satu cara untuk bisa terhubung dengan kebiasaan adalah membangkitkan rasa penasaran yang ada di dalam diri kita. Karena dengan rasa penasaran, kita akan bisa melunturkan bias dan distorsi yang selama ini sudah menjadi cara kita melihat diri, dan seluruh dunia.

Seluruh potensi luas tersebut selalu dan sudah ada di dalam diri kita, namun kita belum terampil untuk terhubung dengannya. Lewat berlatih terbiasa mengenali batin, kita perlahan akan mampu mengenali dan juga bekerjasama dengan potensi tersebut. 

Sehingga limitasi/ keterbatasan yang kita rasakan dan alami, perlahan akan terkikis bukan dengan cara dibenci, ditolak dan dimusuhi, namun disadari, dimengerti dan dilihat secara apa adanya. 

Meditasi adalah latihan agar dapat terkoneksi dengan kesejatian.

Meditasi bukanlah cara untuk menyingkirkan mental blockage yang kita rasakan, meditasi membuat kita menjadikan mental blockage sebagai cara kita untuk terkoneksi dengan kesejatian. 

Saat kita bermeditasi, kita menghadap ke dalam batin kita, menyadari blockage sebagai manifestasi dari welas asih dan cinta kasih, serta melihat dan memproses blockage tersebut dengan membangkitkan rasa penasaran, agar kita dapat melihat blockage tersebut secara apa adanya.

Semakin sering kita terhubung dengan kesejatian, filter kita dalam melihat diri kita dan seisi dunia yang distorsi perlahan memudar, sehingga blockage/ keterbatasan kita pun memudar.


Meditasi dapat dilakukan kapanpun, dimanapun dan dalam situasi apapun.

Mingyur Rinpoche dengan kepiawaiannya mengajarkan meditasi, dengan kedermawanan spiritualnya, memformulasikan pelatihan tradisional yang telah dipraktikkan selama berabad-abad untuk mentransformasi mental blockage menjadi kebahagiaan.

Melalui pelatihan Joy of Living Level 1-3 yang dapat dipraktikkan oleh kaum sekular, dengan latar belakang non agamis. Namun karena beliau mengerti sebagai orang modern, kita butuh memahami pentingnya pelatihan meditasi secara berjenjang.

Maka dari itu Mingyur Rinpoche menawarkan pelatihan yang bernama Anytime Anywhere Meditation. Yang bisa dipelajari secara langsung secara tatap muka dengan Mingyur Rinpoche di tanggal 22-23 November 2026 di Jakarta dan 27-28 November 2026 di Surabaya.

Informasi lengkap dan pendaftaran, kunjungi : ymr2026.tergar.or.id